๐ธ Bertambah Usia Berkurang Jatah Hidup
Seiringberjalannya waktu yang sangat cepat itu usia kita juga bertambah. Karena usia kita bertambah berarti jatah hidup kita di dunia pun menjadi berkurang. Dan bila sudah saatnya pun malaikat maut akan datang menjemput kita. Setelah manusia mati, manusia akan dikubur. Pada saat itu malaikat akan datang menanyakan beberapa hal.
Hariini ada yang bertambah dan ada yang berkurang. Bertambah, ya aku bertambah tua. Berkurang, ya jatah umurku di dunia ini semakin berkurang. Orang bilang "menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa adalah sebuah pilihan". 33 tahun.Usia yang masih muda bagi sebagian orang, bahkan usia yang masih dianggap โseumur jagungโ.
Katakata jatah - quotes, kata-kata bijak dan kutipan jatah yang terbaik dan terkenal: 17 ditemukan Boy Candra Penulis dari Indonesia 1989--+ +14. Semakin bertambah jumlah usia, semakin sadar akan perlunya tidur malam dan memilih makanan yang baik untuk tubuh. Setiap kali bangun pagi, jatah usia makin berkurang di bumi. Semakin sadar
Umurmempunyai makna yang ambigu. Umur memang "bertambah". Dalam menulis CV nanti sudah bukan 18 lagi tapi 19. Kita lebih merasa dewasa dan sebagainya. Namun, umur juga bisa dikatakan berkurang. Berkurangnya jatah hidup kita di dunia. Berkurangnya umur juga akan mengantar kita mendekati suatu kengerian. Kengerian yang dinamakan
Hariini ada yang bertambah dan ada yang berkurang. Berkurang, ya jatah umurku di dunia ini semakin berkurang. Orang bilang "menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa adalah sebuah pilihan". Pada hari ulang tahun yang tak lain adalah jatah hidup kita sudah dikurangin oleh sang Pemilik ruh dan raga dikurangin dan semuanya
Satuhal yg mungkin tidak kita sadari, bahwa tahun baru bukan berarti membuat kita menjadi bertambah muda, namun justru menunjukkan usia kita menjadi semakin tua. Selain itu jatah kontrak kehidupan di dunia ini pun menjadi berkurang. Kita terhanyut dalam gemerlapnya pesta dan perayaan tanpa berpikir mengenai hal itu.
Usiakita semakin bertambah, itu berarti jatah hidup kita semakin berkurang. Mumpung masih ada waktu, mari introspeksi diri. Apa kesalahan yang sering kita lakukan? Maksiat apa yang sering kita kerjakan? Dosa apa yang banyak kita lakukan? Buku ini merangkum dosa-dosa yang dekat dengan kita, yang tanpa kita sadari sering kita Baca Selengkapnya
Gakkerasa ternyata waktu cepet berlalu.. Gak kerasa kemarin tanggal 11 desember umurku bertambah satu tahun, tetapi berkurang pula jatah umur aku hidup di dunia ini.. But its okay, enjoy aja, berbuat yang lebih baik untuk tahun kedepan.. makasih buat temen2 dan sahabat2 aku yg udah ngucapin selamat ulang tahun ke aku, semoga doa yang kalian
Hayo Deni, jatah hidup berkurang lagi 1 tahun - Hayo Deni, bekal 'pulang' kamu mesti disiapkan usia bertambah artinya jatah hidup berkurang. he he. Semoga sisa usianya makin barakah ya. amien ya. * from my sister in law 2 (kakaknya hubby nomor 2): Met' ulang tahun ya den * from my 'kendi' : met ultah ya Tan @ Ada yang via Facebook:
Bertambahusia, artinya berkuranglah jatah hidup ini.. Tetapi itu tidak mengurangi eratnya persahabatan ini Bahkan seiring berjalannya waktu, Persahatan kita terasa semakin kokoh dan menyenangkan Semoga Tuhan memberimu umur panjang yang penuh dengan manfaat dan kebaikan, aamiin.. Sobat.., Met ultah Moga bahagia selalu..
JatahUmur Berkurang, Semangat Hidup Harus Bertambah 12 June 2012 29 January 2013 dr. Nasir 3 Comments Happy Birthday, Met Milad, 3 thoughts on โ Jatah Umur Berkurang, Semangat Hidup Harus Bertambah โ Nety Wulandari. 12 June 2012 at 11:46. Permalink. selamat ya mas nasir,tambah umur semoga tambah berkah semuanya.. amin..
Berusahamempertahankannya justru akan menjadi duri dalam hidup. Seperti halnya usia, jika usia bertambah maka jatah umur di dunia semakin berkurang. Terima kasih Tuhan aku masih diberi kesempatan merayakan ulang tahun yang ke 19 ini. Semoga aku diberikan umur panjang dan rezeki yang panjang pula" "Semua yang terjadi adalah masa lalu.
Ecz3hk. Oleh Pdt. Bigman Sirait LAZIMNYA, acara pergantian tahun dirayakan dengan sukacita. Acara kebaktian diselenggarakan di gereja maupun di rumah-rumah tangga. Semua merasa bersyukur karena Tuhan masih mengijinkan kita memasuki kehidupan di tahun berikutnya. Masalahnya, bukan seberapa lama kita hidup di dunia, tetapi bagaimana nilai kehidupan kita di dunia. Waktu, punya dua sisi yang perlu kita pahami, yakni bertambah dan berkurang, dan itu terjadi seka-ligus. Seperti mata uang, ada sisi kiri dan sisi kanan. Ada angka dan lambang. Uang dinyatakan sah dan punya nilai kalau ada lambang dan angka itu. Pada waktu kita ber-kata, selamat panjang umur , kepada orang yang sedang mera-yakan hari ulang tahun, pada saat yang bersamaan, umurnya juga makin pendek. Mengapa? Misalkan Tuhan sudah memberi jatah baginya 60 tahun, maka pada saat memasuki usia 20, jatahnya semakin berkurang. Dalam hal ini, bertambah panjang dan bertam-bah pendek terjadi sekaligus. Ini disebut paradoks dua hal yang berbeda atau bertolak belakang, tetapi dua-duanya benar. Saat pergantian tahun, masa hidup kita di dunia makin bertam-bah, tetapi jatah juga berkurang. Namun janganlah kita hanya melihat sisi tambahnya, lihat juga sisi kurangnya, sebab itu akan membuat kita bijaksana. Dengan menghitung hari-hari, kita introspeksi dan bertanya tentang apa yang telah kita lakukan sepan-jang usia itu. Dengan menyadari bahwa waktu kita makin sedikit, berusahalah mengisinya dengan hal yang baik-baik. Dalam mengisi hari-hari, kita sering terjebak dalam rutinitas. Kita terjebak dalam perjalanan waktu. Kita terjebak dalam kesibukan, tuntutan waktu, sampai-sampai kita tidak lagi mempunyai momentum penting dalam waktu itu sendiri untuk menjadi bijaksana memahami apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita. Jika kita tidak pernah menghitung hari-hari kita, bagaimana mungkin kita bisa menjadi bijaksana menjalani sisa-sisa hidup? Jika tidak belajar dari sana, kita tidak mendapatkan hati yang bi-jaksana, karena kita hanya meng-hitung nilai tambahnya. Nilai kurangnya tidak pernah kita hitung. Kita hanya berani bersyukur jika memperoleh sesu-atu kemajuan materi atau posisi. Maka, ucapan-ucapan yang kita dengar hanya Wah, puji Tuhan, uangku bertambah banyak. Puji Tuhan, saya sembuh dari penya-kit , dan sebagainya. Kalau wujud keberimanan kita seperti ini, alangkah sedihnya. Sebelum kerusuhan Mei 1998, banyak orang merasa bangga dan berkata, Puji Tuhan , karena memiliki harta kekayaan yang melimpah, atau meraup sukses di sana-sini. Tetapi, apa yang mereka katakan ketika usaha mereka runtuh? Ketika mereka mendadak jatuh pailit karena perubahan nilai rupiah terhadap dollar AS yang begitu drastis, bagaimana sikap mereka? Hutang berlipat ganda, usaha menjadi hancur. Apa karena Tuhan tidak ada? Apa karena Tuhan tidak mengasihi? Kita sering salah mengerti tentang cinta-kasih Tuhan. Kita sering salah memahami kehendak Tuhan. Jika kita mengalami keku-rangan, kehancuran, kehilangan, maka kita menganggap Tuhan tidak adil, atau Tuhan tidak bersama dengan kita. Lalu kita menjadi kecewa. Inilah kegagalan dan kehancuran yang melanda banyak orang Kristen, karena menganut faham teologi yang selalu sukses, selalu sehat. Sebagai pengikut Kristus, kita harus memahami bahwa bertam-bah dan berkurang dalam kepemi-likan, atau status, keduanya sama-sama memiliki nilai plus dalam hidup kita. Ketika seseorang menjadi miskin, mungkin saja kondisi itu membuatnya menjadi bijak. Seperti Nabi Musa. Sewaktu di istana, dia hanya tahu membereskan segala sesuatu dengan kekuatannya. Dia mencoba menyelesaikan persoalan bangsa Israel dengan statusnya sebagai bangsawan, tetapi dia tidak dianggap. Sampai akhirnya dia terlempar dari istana, menjadi gembala. Tetapi, justru di sinilah dia belajar, dan makin memahami kehendak Allah, dia makin mengerti cinta-kasih Allah. Hidupnya pun menjadi indah. Tuhan tidak pernah membuat sesuatu itu tanpa meaning mak-sud. Rencana Tuhan selalu indah, tetapi bagaimana perspektif kita sebagai manusia? Jangan karena sudah merasa percaya dan kenal pada Tuhan, maka semuanya akan menjadi baik dan mulus. Baca kisah Alkitab tentang Ayub yang saleh, cinta pada Tuhan, namun meng-alami pencobaan yang sangat hebat. Hartanya yang melimpah habis. Bukan cuma itu, dia juga kehilangan anak-anaknya, bahkan dia menderita penyakit berat pula. Namun kecintaan dan ketaatannya pada Tuhan tiada berkurang. Zakaria dan Elisabet, pasangan yang cinta Tuhan, namun baru memiliki anak pada usia tua. Hanna adalah seorang perempuan yang selalu memuji dan memuliakan Tuhan, tetapi kerap disakiti menan-tunya. Banyak kisah dalam Alkitab tentang orang-orang saleh namun mengalami berbagai kesulitan, sesaat, bahkan sampai mati. Namun mereka bertumbuh hebat dalam kerohaniannya. Sekali lagi, sisi tambah dan kurang dalam dimensi waktu sangat penting dalam hidup kita. Waktu merayakan hari ulang tahun, rasanya tidak cukup hanya mengucapkan selamat panjang umur , tapi juga selamat pendek umur . Jangan hanya ucapkan selamat berbahagia , namun juga hati-hati, berbahaya. Mengapa? Karena dalam menapaki sisa-sisa usianya, mungkin saja dia tidak berbuat apa-apa, malah hanya terlena dalam pesta yang memabukkan. Atau bisa saja dia hanya terlena dalam pujian-pujian syukurnya. Dalam keterlenaannya dia hanya sekadar mengatakan, Terimakasih Tuhan , tetapi pelayanannya, kepasrahannya pada Tuhan tidak bertambah. Ketika harta benda atau jaminan hidup seseorang bertambah, rasa kebergantungannya pada Tuhan seringkali justru berkurang. Atau sebaliknya, ketika jaminan hidup atau kepemilikan atas harta benda semakin berkurang, ketergan-tungan kita pada Tuhan semakin bertambah. Tetapi, tidak perlulah kebergantungan pada Tuhan men-jadi kuat karena harta semakin berkurang. Yang paling bagus adalah bagaimana supaya keter-gantungan pada Tuhan terus-menerus menguat baik di saat harta semakin berlimpah maupun berkurang. Jika ini bisa kita lakukan, bukankah sangat indah hidup ini? Mazmur 9012 berkata Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Semoga, di tahun yang baru ini kita mengerti dan menyadari bahwa segala apa yang kita miliki dalam hidup ini, pada dasarnya bukanlah milik kita, tetapi milik Tuhan. Kesadaran seperti inilah yang membawa kita ke dalam pertumbuhan yang sehat. Selamat tahun baru Januari 2005.* Diringkas dari kaset Khotbah Populer oleh Hans P. Tan
Tidak terasa kita sudah berada di tahun 2022. Sebagian orang mungkin menyangka bahwa kehidupannya hari ini adalah bertambahnya usia. Padahal jika kita amati dengan seksama justru usia kita sebenarnya makin yang telah kita ketahui bahwa Kelahiran, jodoh, kematian manusia adalah sudah ditakdirkan atau digariskan oleh Allah Taโala. Misalnya seseorang ditakdirkan hanya berusia 75 tahun, sekarang dia berusia 50 tahun makan umurnya di dunia fana ini hanya tinggal 25 sebenarnya jika seseorang bisa menikmati hidupnya hari ini, artinya seseorang itu berkurang usianya. Jadi moment ulang tahun bukanlah hal yang perlu dirayakan dengan suka cita, hura-hura, bermewah-mewah apalagi hingga melanggar syariat Allah. Memang ulang tahun perlu disyukuri bahwa kita masih diberi โwaktuโ untuk Tuhan menikmati / menjalani kehidupan Moment mengingati hari kelahiran kita seharusnya dijadikan moment instrospeksi diri apakah diri kita makin tahun makin bertambah baik perilaku dan kehidupan kita. Apakah hari-hari yang kita jalani lebih mendekatkan diri kepada Allah atau justru sebaliknya?Katakan pada dirimu, Setiap bertambahnya umur saya, selalulah bertanya kepada diri sendiri apakah saya sudah bertambah baik, bijaksana, lebih dekat kepada Allah? Jika masih belum saya berjanji kepada diri saya sendiri ditahun yang akan saya jalani, saya akan bertambah bijaksana dan bertambah baik, bertambah sholeh dalam perilaku dan kehidupan saya. Karena waktu tidak bisa menunggu kita, waktu akan selalu mengejar kita, menggerogoti/mengurangi usia kita. Waktu tak pernah kembali, maka tak salah adalah sebuah istilah waktu adalah harta yang berharga, waktu adalah uang, waktu tidak bisa dibeli dengan harta apapun. Setiap hari menjalani hidup ini sebenarnya berarti kita makin menyusut, masa manfaat kita makin berkurang. Makin tua kita semakin banyak keluhan ditubuh kita, dimana sewaktu muda tidak kita rasakan. Berbagai penyakit kadang menjangkiti diri kita. Usia tidak bisa ditipu. Maka isilah waktu dengan sebaik-baiknya, yang bermanfaat dan yang dapat membuat diri kita bertambah baik. Hargai waktu seperti kita menghargai diri kita panjang umur merupakan modal untuk meraih kedudukan yang tinggi di sisi Allรขh Subhanahu wa Taโala . Namun jika umur yang panjang dipenuhi dengan keburukan, maka pemiliknya menjadi orang yang paling buruk. ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู
ููู ุจููู ุฃูุจูู ุจูููุฑูุฉู ุนููู ุฃูุจูููู ุฃูููู ุฑูุฌููุงู ููุงูู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฃูููู ุงููููุงุณู ุฎูููุฑู ููุงูู ู
ููู ุทูุงูู ุนูู
ูุฑููู ููุญูุณููู ุนูู
ููููู ููุงูู ููุฃูููู ุงููููุงุณู ุดูุฑูู ููุงูู ู
ููู ุทูุงูู ุนูู
ูุฑููู ููุณูุงุกู ุนูู
ููููู Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki berkata, โWahai Rasรปlullรขh, siapakah manusia yang terbaik?โ Beliau menjawab, โOrang yang panjang umurnya dan baik amalnyaโ. Dia bertanya lagi, โLalu siapakah orang yang terburuk?โ Beliau menjawab, โOrang yang berumur panjang dan buruk amalnyaโ. HR. Ahmad; Tirmidzi; dan al-HรขkimKenapa orang yang panjang umurnya dan baik amalnya merupakan orang terbaik ? Karena orang yang banyak kebaikannya, setiap kali umurnya bertambah maka pahalanya juga bertambah dan derajatnya semakin tinggi. Kesempatan hidupnya merupakan tambahan pahala dengan sebab nilai amalannya yang terus tambah, walaupun hanya sekedar istiqรขmah di atas iman. Karena apakah yang lebih besar dari iman di dalam kehidupan ini?Sebaliknya, seburuk-buruk orang adalah orang yang panjang umurnya dan buruk amalnya, karena waktu dan jam seperti modal bagi pedagang. Seyogyanya, dia menggunakan modalnya dalam perdagangan yang menjanjikan keuntungan. Semakin banyak modal yang diinvestasikan, maka keuntungan yang akan diraihnya juga semakin banyak. Barangsiapa melewatkan hidup untuk kebaikannya maka dia telah beruntung dan sukses. Namun barangsiapa menyia-nyiakan modalnya, dia tidak akan beruntung dan bahkan merugi dengan kerugian yang nyataโ.Di dalam hadits yang lain disebutkan ูุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฃููุงู ุฃูููุจููุฆูููู
ู ุจูุฎูููุฑูููู
ู ยป. ููุงูููุง ููุนูู
ู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู. ููุงูู ุฎูููุงุฑูููู
ู ุฃูุทูููููููู
ู ุฃูุนูู
ูุงุฑุงู ููุฃูุญูุณูููููู
ู ุฃูุนูู
ูุงูุงู Dari Abu Hurairah, dia berkata Rasรปlullรขh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, โTidakkah aku beritahukan kepada kamu tentang orang yang paling baik di antara kamu?โ Mereka para sahabat menjawab, โYa wahai Rasรปlullรขhโ. Beliau bersabda, โOrang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang paling panjang umurnya di antara kamu dan paling baik amalnyaโ. HR. Ahmad; Ibnu Hibbรขn; dan al-Baihaqi.Hadits-hadits ini menjelaskan keutamaan panjang umur yang disertai dengan amal yang baik. Syaikh al-Munรขwi rahimahullah menjelaskan perkara tersebut dengan berkata, โKarena termasuk keadaan seseorang adalah bertambah dan meningkat dari satu kedudukan menuju kedudukan di atasnya sehingga mencapai kedudukan kedekatan kepada Allรขh, maka seorang Mukmin yang berusaha mencari bekal untuk akhirat dan berusaha menambah amal shalih tidak layak menginginkan berhentinya dari apa yang dia inginkan itu dengan mengharapkan kematian.โOleh karena itu seorang Mukmin jangan sampai menyia-nyiakan umur dan waktunya. Hendaklah dia selalu waspada terhadap kehidupannya, umur yang masih ada hendaklah diisi dengan amal sholih. Jika tidak, maka kerugian yang akan Allah membimbing kita dan menjadikan umur kita lebih berkah.
bertambah usia berkurang jatah hidup