๐ŸŒš Pesan Nabi Muhammad Kepada Umatnya

Setidaknyanasehat Jibril AS kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam di atas mengandung tiga peringatan, antara lain sebagai berikut. Pertama, hiduplah sesukamu, kamu pasti mati. Nasehat ini begitu dalam. Sebagai manusia, kita dibolehkan untuk melakukan apapun dalam hidup ini, selagi hidup. Namun, ingat sesuka apapun kita menjalani kehidupan Kastolaniยท Jumat, 23 Juli 2021 - 07:30:00 WIB. Muslim mendengarkan khutbah Jumat saat melaksanakan shalat Jumat. (Foto: Antara) JAKARTA, Khutbah Jumat singkat terbaru 2021 kali ini membahas hikmah Idul Adha yakni pesan Rasulullah SAW di Bulan Dzulhijjah. Umat Islam beberapa hari lalu telah merayakan dan melaksanakan sholat Idul Suatu hari Nabi Muhammad menangis hingga Allah bertanya melalui Jibril, "Sampaikan kepada Muhammad, apa yang membuatnya menangis.". Kemudian Jibril turun menyampaikan pesan Allah, "Kenapa engkau menangis?" beliau menjawab "Umatku." Nabi Muhammad sangat khawatir dengan masa depan umatnya jika banyak yang terjerumus ke dalam neraka. AkhirnyaAllah menjawab, "Ya Muhammad, ini Telaga Al-Kautsar, beri minum kepada umatmu." Rasulullah memanggil umat-umatnya untuk memberikan minum kepada mereka satu persatu. "Wahai umatku.. Wahai umatku.." Baca juga. Sebaik-baik Pemimpin dan Sejelek-jelek Pemimpin, Pesan Rasulullah. Rumah-rumah yang Mengeluarkan Cahaya Dansebuah pesan dari Muhammad ๏ทบ. Dan ada juga impian saya untuk berbagi dengan orang-orang. Saya pergi ke orang-orang Muslim Besar dengan pesan ini dan mereka menertawakan saya. Mereka berkata "Qasim pergi dan melakukan sesuatu yang lain dan jangan buang waktu kita". Ini membuatku tertekan tapi aku bilang "tidak, aku janji Muhammad" ๏ทบ. NabiMuhammad SAW wafat di usia 63 pada 8 Juni 632 Masehi. Mendekati ajalnya, Nabi Muhammad SAW sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa hidupnya sudah tak lama lagi. Nabi memohon kepada malaikat agar rasa sakit akibat dicabutnya nyawa dilimpahkan kepadanya semua. Beliau tidak ingin para umatnya merasakan sakit yang luar biasa ini. Sungguh mulia WasiatNabi Muhammad SAW kepada Umatnya - Ceramah Ustadz Abdul SomadDengarkan kajian muslim untuk mendapatkan pembelajaran ketenangan hati dan kedamaian hi. Hingga di saat-saat akhir kehidupan beliau. 3 Keterangan tentang Tanda Kenabian Muhammad ๏ทบ. Pesan nabi nabi muhammad saw kepada umatnya pemudah - ุงุบุชู†ู… ุฎู…ุณุง ู‚ุจู„ ุฎู…ุณ Beliaumengulangi untuk terakhir kali kepada umatnya dan menegaskan dengan sangat bahwa ayat-ayat Al Qur'an itu bukan kata-kata Muhammad, tapi firman Allah. Sebagai informasi tambahan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam meninggal dunia pada tanggal 8 juni 632 saat berusia 63 tahun. Cukup sekian mengenai pembahasan pada artikel ini. NamunNabi Muhammad tidak seperti itu. Ia tetap turun ke bumi untuk menyerukan kebaikan di tengah umatnya. Inilah yang kemudian disebut sebagai etika profetik oleh Kuntowijoyo. Maka, para penghafal Alquran juga jangan sampai berdiam diri dalam kenyamanan di tengah dinding-dinding pesantren. Mereka harus turun ke realitas masyarakat dan Dengandemikian, nabi dan rasul adalah para da'i Page 1 of 5 sebab arti nabi adalah orang yang membawa dan menyampaikan informasi (wahyu) dari Allah kepada manusia, sedangkan rasul adalah orang yang menyampaikan pesan (risalah) dari Allah Swt kepada manusia. Baik nabi maupun rasul adalah pilihan Allah, pembicaraan hakekat kenabian dan Discovershort videos related to pesan nabi muhammad kepada umatnya on TikTok. Watch popular content from the following creators: Bams Dzaki(@bamsdzaki), Ehol๐Ÿ˜œ(@cah_endut), ู„ูŠู‡(@1424liah_), Aan Ann(@aanann7), DR Segaf Baharun(@ustadsegafbaharun) . Explore the latest videos from hashtags: #sholawatkepadanabimuhammad, #pesannabimuhammadsaw, #umatnabimuhammad, #penciptanabimuhammad, # BESARNYAKASIH SAYANG NABI MUHAMMAD SAW KEPADA UMATNYA. Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah yang kepribadiannya sangat mulia, karena segala ucapan dan perilaku berlandaskan Al Quran. Beliau pun kemudian dijuluki sebagai Al Quran berjalan. Kasih sayang Rasulullah saw, tidak hanya bagi diri dan keluarga serta sahabatnya, tapi juga umatnya. zjYtSH. loading...Rasulullah menyebut dua perkara yang sangat berharga yaitu Al-Quran dan Ahlul Bait beliau. Siapa yang bepegang teguh kepada keduanya maka ia tidak akan sesat. Ahlul Bait yang dimaksud adalah keluarga Nabi dan juga keturunan beliau. Foto/Ist Selama ini kita sering mendengar ceramah para Dai yang menukil Hadis Nabi "Ikutilah Al-Qur'an dan Sunnah ". Tak ada yang salah dengan pesan itu karena memang Hadisnya shahih dan juga diterangkan dalam Al-Qur' ada Hadis lain yang derajatnya juga shahih dan tidak boleh diabaikan oleh umat Islam. Yaitu perintah untuk berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Ahlul Bait. Keduanya sama-sama shahih. Rasulullah memerintahkan umatnya agar mengikuti Al-Qur'an, Sunnah dan Ahlul Bait. Inilah Hadis Tsaqalain dua perkara yang sangat berharga ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู‡ูs ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูููŠ ุญูŽุฌู‘ูŽุชูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุงู‚ูŽุชูู‡ู ุงู„ู’ู‚ูŽุตู’ูˆูŽุงุกู ูŠูŽุฎู’ุทูุจู ููŽุณูŽู…ูุนู’ุชูู‡ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฅูู†ู‘ููŠ ู‚ูŽุฏู’ ุชูŽุฑูŽูƒู’ุชู ูููŠูƒูู…ู’ ู…ูŽุง ุฅูู†ู’ ุฃูŽุฎูŽุฐู’ุชูู…ู’ ุจูู‡ู ู„ูŽู†ู’ ุชูŽุถูู„ู‘ููˆุง ูƒูุชูŽุงุจูŽ ุงู„ู‡ูู‰ ูˆูŽุนูุชู’ุฑูŽุชููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุจูŽูŠู’ุชููŠDari Jabir bin Abdullah, dia berkata "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari Arafah di dalam haji beliau, yang beliau di atas ontanya yang bernama Al-Qashwa, beliau sedang berkhutbah. Aku mendengar beliau bersabda "Wahai manusia, sesungguhnya aku telah meninggalkan pada kamu sesuatu jika kamu memeganginya niscaya kamu tidak akan sesat Kitabullah dan 'itrah-ku keturunanku/sanak keluargaku, ahli bait-ku. HR at-Tirmidzi, Ahmad dalam Al-Musnad. Kemudian Hadis yang sama diriwayatkan oleh Imam Muslim dengan redaksi yang panjang ุนูŽู†ู ุฒูŽูŠู’ุฏู ุจู’ู†ู ุฃูŽุฑู’ู‚ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู…ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ูููŠู†ูŽุง ุฎูŽุทููŠุจู‹ุง ุจูู…ูŽุงุกู ูŠูุฏู’ุนูŽู‰ ุฎูู…ู‘ู‹ุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู…ูŽูƒู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ููŽุญูŽู…ูุฏูŽ ุงู„ู‡ูŽุน ูˆูŽุฃูŽุซู’ู†ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽูˆูŽุนูŽุธูŽ ูˆูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู ุฃูŽู„ุงูŽ ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ุจูŽุดูŽุฑูŒ ูŠููˆุดููƒู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุฑูŽุจู‘ููŠ ููŽุฃูุฌููŠุจูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุชูŽุงุฑููƒูŒ ูููŠูƒูู…ู’ ุซูŽู‚ูŽู„ูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูู‡ูู…ูŽุง ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู‡ููŽ ูููŠู‡ู ุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ููˆุฑู ููŽุฎูุฐููˆุง ุจููƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽู…ู’ุณููƒููˆุง ุจูู‡ู ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ู‡ููˆูŽ ุญูŽุจู’ู„ู ุงู„ู‡ููŠ ู…ูŽู†ู ุงุชู‘ูŽุจูŽุนูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุถูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉู ููŽุญูŽุซู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู‡ููˆ ูˆูŽุฑูŽุบู‘ูŽุจูŽ ูููŠู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชููŠ ุฃูุฐูŽูƒู‘ูุฑููƒูู…ู ุงู„ู‡ูŽุน ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชููŠ ุฃูุฐูŽูƒู‘ูุฑููƒูู…ู ุงู„ู‡ูŽุถ ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชููŠ ุฃูุฐูŽูƒู‘ูุฑููƒูู…ู ุงู„ู‡ูŽุช ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชููŠ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุญูุตูŽูŠู’ู†ูŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ูŠูŽุง ุฒูŽูŠู’ุฏู ุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู†ูุณูŽุงุคูู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูุณูŽุงุคูู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุญูุฑูู…ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ููŽู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ู†ูุณูŽุงุคูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ูˆูŽุงูŠู’ู…ู ุงู„ู‡ูู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉูŽ ุชูŽูƒููˆู†ู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูŽู‡ู’ุฑู ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูุทูŽู„ู‘ูู‚ูู‡ูŽุง ููŽุชูŽุฑู’ุฌูุนู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุจููŠู‡ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ูŽุง ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ุฃูŽุตู’ู„ูู‡ู ูˆูŽุนูŽุตูŽุจูŽุชูู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุญูุฑูู…ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‡ูู…ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ูู…ู’ ุขู„ู ุนูŽู„ููŠู‘ู ูˆูŽุขู„ู ุนูŽู‚ููŠู„ู ูˆูŽุขู„ู ุฌูŽุนู’ููŽุฑู ูˆูŽุขู„ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูู„ู‘ู ู‡ูŽุคูู„ุงูŽุกู ุญูุฑูู…ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’Dari Zaid bin Arqam, dia berkata "Suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri khutbah di hadapan kami di sebuah mata air yang disebut Khum, di antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjungNya, menasehati, mengingatkan, lalu bersabda "Amma ba'du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya saya adalah manusia biasa, sudah dekat masanya utusan Rabbku datang lalu aku akan menyambut, dan aku meninggalkan tsaqalain dua perkara yang sangat berharga pada kamu. Yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, oleh karena itu pegangilah dan pegang-teguhlah ia. Dalam riwayat lain Kitab Allah itu adalah tali Allah, barangsiapa mengikutinya maka dia berada di atas petunjuk, dan barangsiapa meningalkannya maka dia berada di dalam kesesatan. Lalu beliau mendorong dan menyemangati untuk suka terhadap kitab Allah. Lalu beliau bersabda "Dan Ahli Bait-ku , aku mengingatkan kamu atas nama Allah tentang ahli bait-ku, aku mengingatkan kamu atas nama Allah tentang Ahli Bait-ku, aku mengingatkan kamu atas nama Allah tentang ahli bait-ku". Lalu Hushain berkata kepada Zaid "Dan siapakah Ahli Bait beliau itu wahai Zaid, bukankah istri-istri beliau termasuk Ahli Bait beliau?". Zaid menjawab "Memang secara umum istri-istri beliau termasuk Ahli Bait, tetapi ahli bait beliau adalah orang-orang setelah beliau yang diharamkan menerima zakat". Dalam riwayat lain "Maka kami bertanya 'Siapakah Ahli Bait beliau itu, apakah istri-istri beliau?". Dia menjawab "Tidak, demi Allah, sesungguhnya seorang istri itu terkadang bersama suaminya dalam suatu masa yang panjang, lalu suaminya menceraikannya, maka dia kembali kepada ayahnya dan kaumnya. Ahli Bait beliau adalah keturunannya dan 'ashabahnya keturunannya dari fihak laki-laki, yaitu orang-orang setelah beliau yang diharamkan menerima zakat. Hushain bertanya "Siapakah mereka". Zaid menjawab "Mereka adalah keluarga 'Ali, keluarga 'Aqil, keluarga Ja'far, dan keluarga 'Abbas". Hushain bertanya "Mereka semua ini diharamkan menerima zakat?". Zaid menjawab "Ya." HR Muslim 2408Dari hadis di atas ditarik kesimpulan bahwa Ahlul Bait ahli bait adalah "orang rumah" atau keluarga Nabi Muhammad ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…. Dalam pengertian naqliyah, Ahlul Bait berarti keturunan Rasulullah yang diharamkan menerima Menyakiti Ahlul BaitBanyak sekali ayat Al-Qur'an dan Hadis yang melarang dan membenci Ahlu Bait Rasulullah dan menyakiti mereka. Habib Zein bin Smith Al-Alawi Al-Husaini mengatakan, setiap muslim yang ingin menyelamatkan imannya hendaklah berhati-hati, jangan sampai membenci salah seorang dari ahlu bait atau menyusahkan mereka sebab dapat membahayakan iman dan kehidupannya di ulama menyebutkan bahwa orang yang menyakiti Ahlul Bait berarti telah menyakiti Nabi Muhammad. Allah memberi ancaman dalam Al-Qur'anุฅู† ุงู„ุฐูŠู† ูŠุคุฐูˆู† ุงู„ู„ู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ ู„ุนู†ู‡ู… ุงู„ู„ู‡ ูู‰ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุขุฎุฑุฉ ูˆุฃุนุฏ ู„ู‡ู… ุนุฐุงุจุง ุงู„ูŠู…ุง"Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan RasulยญNya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan." QS. Al-Ahzab 57. Di ayat sebelumnya ditegaskan "Dan tidak boleh kamu menyakiti hati Rasulullah." QS. Al-Ahzab 53Dalam Hadis, Nabi bersabda "Sesungguhnya aku memerangi orang-orang yang memerangi ahli baitku, dan aku memberi jaminan selamat kepada orang-orang yang berdamai dengan ahli baitku." HR at-Turmudzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim Baca Juga rhs Oleh Bahron Ansori, Redaktur MINA Suatu hari, Nabi Shallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda kepada Abu Dzar Jundub bin Junadah, โ€œBertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada. Ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik niscaya kebaikan akan menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan budi pekerti yang mulia.โ€ HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Birri Washshilah, hadits no. 1987. At-Tirmidzi mengatakan Hadits ini hasan shahih. Asy-Syaikh Al-Albani menghasankan dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi Bila dihayati, tiga pesan Nabi di atas, sebenarnya adalah kunci dalam meraih berbagai kesuksesan hidup di dunia hingga akhirat. Namun, tidak semua insan di bumi ini tahu bahwa pesan Nabi itu adalah kunci kemenangan. Pesan-pesan di atas, sejatinya bukan hanya untuk seorang sahabat seperti Abu Dzar saja, tapi juga untuk seluruh kaum muslimin dimana pun berada, agar tunduk dan patuh kepada apa-apa yang dibawa dan disampaikan Nabi. Tujuan tiga dari wasiat Nabi itu adalah agar umat Islam bisa melaksanakannya sehingga ia akan selamat dunia akhirat. Berikut adalah sekilas uraian tentang tiga wasiat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di atas. Pertama, ittaqillah bertakwa kepada Allahโ€™ dimana saja berada. Sangat mudah bagi setiap lisan untuk mengucapkan kata takwaโ€™, tapi tidak semudah mengucapkan saat kata takwaโ€™ itu mulai di amalkan. Takwa adalah alat untuk mengukur sejauh mana keyakinan seorang hamba dalam mengamalkan setiap perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-Nya. Dengan kata lain, rasa takwa di dalam diri seorang hamba akan menunjukkan sebenar dan sebesar keimanannya kepada Allah. Karena itu, takwa menjadi key word kata kunci dalam menyelesaikan setiap permasalahan hidup. Dengan takwa itu pula, manusia jadi punya kualitas dihadapan manusia terlebih lagi di hadapan Allah Taโ€™ala. Banyak dalil dari al Qurโ€™an dan as Sunnah yang meminta agar setiap hamba menjadi orang yang bertakwa. Takwa adalah sebuah wasiat yang mengandung inti pengamalan atas hak-hak Allah dan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan seorang hamba. Tentang takwa itu, Umar bin Abdul Aziz mengatakan, โ€œTakwa kepada Allah adalah meninggalkan apa yang Allah haramkan dan melaksanakan apa yang Ia wajibkan.โ€ Jamiul Ulum wal Hikam, 1/400 Allah berfirman juga telah berfirman tentang sifat orang-orang yang bertakwa dalam al Quran surat al Baqarah ayat 177 yang artinya, โ€œBukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan dan orang-orang yang meminta-minta; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.โ€ Qs. Al-Baqarah 177 Kedua, melakukan amal kebaikan setelah melakukan dosa dan kesalahan. Beruntung sekali orang yang selalu punya niat baik di hatinya, dan berusaha untuk senantiasa berbuat baik kepada semua makhluk Allah Taโ€™ala. Sebagai manusia sempurna banyak salah dan dosa, maka sewajarnya manusia itu selalu ingat kepada Allah Taโ€™ala dengan berzikir selepas melakukan kesalahan dan dosa. Salah satu zikir yang sangat dicintai Allah adalah mengucapkan istighfarโ€™ memohon ampunan kepada Allah Taโ€™ala. Seperti disebut dalam sebuah hadis bahwa iman manusia itu kadang naik dan kadang turun. Maka saat iman itu turun, saat itu pula banyak manusia yang tergelincir dalam kubangan dosa dan maksiat. Dosa dan maksiat akan menjadi hijab dinding pembatas bagi seorang hamba untuk bisa dekat kepada Allah. Karena itu, berbuat baik istighfar atau melakukan kebaikan selepas melakukan kesalahan adalah jalan terbaik agar iman itu bercahaya kembali. Tentang perbuatan baik itu, Allah Taโ€™ala berfirman yang artinya, โ€œDan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang pagi dan petang dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.โ€ Qs. Hud 114. Ayat di atas asbab turunnya karena ada sebuah kisah dari sahabat Ibnu Masโ€™ud yang mengatakan kala itu ada seorang lelaki mencium seorang wanita bukan mahrom. Lalu orang itu berkata, โ€œWahai Nabi, apakah ayat itu khusus bagiku?โ€ Nabi menjawab, โ€œBagi orang yang mengamalkannya dari umatku.โ€ HR. Bukhari, 4687 Ketiga, miliki akhlak mulia dalam setiap pergaulan. Manusia, tidak akan pernah bisa mengikat hati seseorang dengan hartanya, pangkat dan lain sebagainya. Kalau pun bisa, semua itu sifatnya hanya sementara saja tidak langgeng. Tapi, manusia bisa mengikat hati manusia dengan akhlak mulia. Sebab akhlak mulia itu ibarat besi semberani, sekali ia menarik, maka benda-benda disekitarnya akan tertarik semua. Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari, seseorang akan dicintai oleh setiap manusi di manapun berada selama ia tetap mengedepankan akhlak mulia. Andai pun ia telah tiada, maka namanya akan tetap harum mewangi, dan tak pernah lekang di telan waktu. Lihat bagaimana akhlak Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya. Meski mereka sudah tidak hidup lagi di dunia ini, tapi cahaya akhlaknya masih terus dikenang dan diteladani oleh milyaran manusia sepanjang masa. Tentang akhlak mulia itu, umat Islam tidak semestinya mencari contoh lain selain dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Kemuliaan akhlak Nabi sampai di puji dan diabadikan oleh Allah Taโ€™ala dalam al Quran. Allah Taโ€™ala berfirman yang artinya, โ€œSesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik.โ€ Qs. Al-Ahzab 21 Bahkan, tentang akhlak mulia itu, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri sudah bersabda, โ€œSesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak yang baik.โ€ HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad. Asy-Syaikh Al-Albani t menshahihkannya dalam Shahih Al-Adab Berakhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat adalah bukti nyata dari benarnya keimanan, lurusnya tauhid dan kokohnya amalan. Baik buruknya iman dan amal seseorang, akan terlihat bagaimana wujud akhlaknya. Maka tak heran, orang yang berakhlak mulia berbudi luhur akan mendapatkan kecintaan manusia lain. Di antara contoh akhlak mulia antara lain; silaturahim, memaafkan kesalahan orang lain, berkata baik, benar dan lemah lembut, sopan santun dalam segala hal, rendah hati, tidak banyak membuat-buat perkataan yang sifatnya ujub, termasuk selalu berwajah ceria dihadapan saudara sesama muslim lainnya merupakan akhlak mulia. Ibnul Mubarak pernah berkata, โ€œSalah satu bentuk akhlak mulia adalah wajah yang selalu berseri, memberikan kebaikan, dan mencegah diri dari menyakiti orang.โ€ Jamiul Ulum wal Hikam 1/457. Semoga Allah Taโ€™ala menguatkan hati kita untuk selalu berakhlak mulia, walaupun dengan berwajah cerah, ceria saat berjumpa sesama muslim lainnya. Dengan begitu, rasa kasih dan sayang manusia kepada kita akan akan menjadi wasilah turunnya rahmat dari Allah, wallahuaโ€™lam. A/RS3/RI-1 Miโ€™raj News Agency MINA

pesan nabi muhammad kepada umatnya